Program Ramadan BPKH Dorong Akses Belajar Al-Qur’an bagi Disabilitas

Minggu, 15 Maret 2026, Minggu, Maret 15, 2026 WIB Last Updated 2026-03-15T11:48:46Z

KLIKTERKINI.COM -  Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH) menggelar Training of Trainers (ToT) Al-Qur’an Isyarat dan Iqra Braille di Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Laznas PPPA Daarul Qur’an sebagai mitra kemaslahatan BPKH di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, 11 Maret 2026.


Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Berbagi Berkah Ramadan BPKH 1447 Hijriah sekaligus masuk dalam program kemaslahatan BPKH tahun 2026. Melalui kegiatan ini, BPKH mendorong pendidikan Al-Qur’an yang inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu dan tuna netra.


Dalam kegiatan itu, BPKH membagikan mushaf Al-Qur’an isyarat, Iqra Braille, serta bingkisan Ramadan kepada peserta disabilitas. Sebanyak 100 orang mengikuti kegiatan ini yang berasal dari komunitas muslim tuli, pejuang netra, pengajar Sekolah Luar Biasa, serta masyarakat umum dari wilayah Bandung Raya.


Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih mengatakan lembaganya berupaya menjembatani masyarakat untuk dapat membaca Al-Qur’an tanpa memandang keterbatasan yang dimiliki. Program Disabilitas Mengaji, kata dia, menjadi salah satu upaya agar setiap muslim dapat belajar Al-Qur’an.


“Training of Trainers Al-Qur’an Isyarat dan Iqra Braille ini bukan sekadar pelatihan. Kami ingin mencetak kader pengajar Al-Qur’an bagi mereka yang berkebutuhan khusus melalui metode Al-Qur’an isyarat dan Iqra Braille yang nantinya bisa diajarkan kembali di berbagai daerah,” ujarnya. Program serupa juga digelar di Jakarta dan Yogyakarta.


Kementerian Agama menyambut baik program yang digagas Laznas PPPA Daarul Qur’an bersama BPKH tersebut. Ketua Tim Peningkatan Kualitas Pendidikan Al-Qur’an Kementerian Agama Amin Baejuri berharap program ini dapat membantu penyandang disabilitas mempelajari Al-Qur’an dengan lebih baik.


“Semoga dengan fasilitas ini, mereka yang berkebutuhan khusus dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memahami maknanya, hingga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Amin.


Deny Hudaeny mengatakan sosialisasi Al-Qur’an isyarat telah dilakukan sejak 2024 melalui berbagai kegiatan ToT yang digelar Laznas PPPA Daarul Qur’an bersama BPKH dan sejumlah mitra.


“Alhamdulillah dari Sabang sampai Merauke Al-Qur’an isyarat sudah mulai dikenal. Kini juga hadir Iqra Braille sebagai panduan belajar Al-Qur’an Braille. Mudah-mudahan Al-Qur’an inklusif ini terus berkembang, tidak hanya cara membacanya tetapi juga dalam memahami maknanya,” ujarnya.


BPKH telah memberi perhatian terhadap pengembangan pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas dalam tiga tahun terakhir. Kepala Divisi Program Strategis dan Pelaksana Mandiri BPKH Fanni Sufiandi mengatakan jumlah penyandang disabilitas cukup besar sementara akses pembelajaran Al-Qur’an masih terbatas.


“Program ini menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif dan tanpa hambatan bagi saudara-saudara disabilitas. Insya Allah Al-Qur’an isyarat ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.


Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Wahyudin Darmalaksa mengapresiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an dan BPKH yang memilih kampusnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.


“Ini kegiatan yang sangat baik dan dinantikan umat Islam. Semoga Allah memberikan balasan terbaik bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.

Komentar

Tampilkan

  • Program Ramadan BPKH Dorong Akses Belajar Al-Qur’an bagi Disabilitas
  • 0

Terkini



Topik Populer

Video Terpopuler