Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Soppeng. Sensus ini merupakan pendataan ekonomi terbesar di Indonesia yang bertujuan menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.
Kepala BPS Kabupaten Soppeng Muhammad Rismat mengatakan berbagai tahapan persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus. Salah satunya melalui kegiatan audiensi, komunikasi, koordinasi, dan diplomasi kepada pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, akademisi, media, dan berbagai mitra strategis lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk membangun sinergi dan dukungan seluruh pihak dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan secara serentak.
"Sebanyak 243 petugas lapangan telah direkrut dan akan melakukan pendataan secara door to door di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Saat ini para petugas juga sedang mengikuti pelatihan untuk memperkuat kemampuan teknis dan pemahaman pelaksanaan sensus," ujarnya.
Rismat menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya kegiatan pengumpulan data oleh BPS, melainkan upaya bersama dalam menyediakan data ekonomi yang berkualitas untuk mendukung pembangunan.
Sementara itu, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang memiliki peran penting dalam penyediaan data pembangunan. Menurutnya, data hasil sensus menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
"Pembangunan daerah harus didasarkan pada data yang akurat. Dengan data yang valid, potensi ekonomi daerah, termasuk sektor UMKM, dapat dipetakan dan dikembangkan secara optimal," kata Suwardi.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari OPD, camat, kepala desa, kepala dusun hingga RT dan RW diminta ikut mendukung dan menyosialisasikan pelaksanaan sensus di wilayah masing-masing.
Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha diimbau menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya. Bupati memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepada para petugas, Suwardi berpesan agar selalu menjaga integritas, profesionalisme, objektivitas, dan kesehatan selama menjalankan tugas pendataan di lapangan.
"Keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada dedikasi para petugas. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi pembangunan," pesannya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Soppeng bersama Wakil Bupati Soppeng dan Ketua DPRD Kabupaten Soppeng.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan secara resmi petugas sensus melalui pemasangan rompi, penyerahan kartu identitas, serta surat tugas secara simbolis kepada perwakilan petugas.
Pada kesempatan yang sama, BPS Kabupaten Soppeng bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis sebagai bentuk perlindungan bagi petugas selama menjalankan tugas pendataan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng, para camat se-Kabupaten Soppeng, serta seluruh Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Soppeng.
