Iklan

Soppeng Status KLB, Dinkes Soppeng dianggap Gagal

Kamis, 25 Februari 2016, Kamis, Februari 25, 2016 WIB Last Updated 2020-12-13T14:39:17Z
SOPPENG -- Dengan ditetapkannya Demam Berdarah Dangue (DBD) sebagai kategori Kejadian luar Biasa (KLB) di Kabupaten Soppeng mendapatkan sorotan dari pengamat bahkan dinas kesehatan Kabupaten Soppeng dinilai gagal mewujudkan visi Soppeng sebagai Kabupaten Sehat.

Mantan pengurus IMADP Kabupaten Soppeng Miftah Farid menyebutkan tingginya angka DBD merupakan kelalaian dari dinas kesehatan.

"Ini merupakan kelalaian dari dinas kesehatan, pasalnya disamping lambat juga memiliki data yang tidak akurat," Kata Miftah.

Andaikan tidak mendapat desakan dari Bupati Soppeng soal akurasi data DBD maka data yang dimiliki dinas sangat minim.

"Sebelumnya kan tumpan tindih datanga dinas kesehatan dan rumah sakit, RSUD sudah menyebut ratusan pasien tapi pihak dinas masih menerkah -nerkah," bebernya.

Dia mencurigai anggaran seremoni kegiatan lebih tinggi dari pada anggaran penanggulangan DBD.

"Jangan-jangan pihak dinkes memang tidak serius terhadap DBD dan saya curiga anggaran seremoni dan kegiatan seperti HKN lebih tinggi dibanding anggaran penanggulangan DBD," terang Alumni Ponpes DDI Pattojo Kabupaten Soppeng ini.

Baca Berita Sebelumnya BUGIS WARTA - Inspirasi Untuk Bangsa: Dinas Kesehatan Gunakan 1,5 Juta Per Fogging

Usman
Komentar

Tampilkan

  • Soppeng Status KLB, Dinkes Soppeng dianggap Gagal
  • 0

Terkini

Topik Populer

Video Terpopuler