KLIKTERKINI.COM, MAKASSAR - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar membukukan kinerja positif sepanjang Januari hingga April 2026. Perusahaan mencatat total omzet seluruh produk mencapai Rp20,19 triliun, didorong tingginya minat masyarakat terhadap layanan pembiayaan dan investasi emas.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Seiring pertumbuhan bisnis tersebut, jumlah nasabah pembiayaan Pegadaian Kanwil VI Makassar juga terus meningkat. Hingga April 2026, jumlah nasabah tercatat mencapai 1.484.816 orang.
Pertumbuhan itu dinilai menjadi indikator keberhasilan Pegadaian dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui jaringan kantor dan outlet yang tersebar di berbagai daerah.
Di sektor investasi, produk Tabungan Emas masih menjadi salah satu andalan Pegadaian. Hingga April 2026, jumlah rekening aktif Tabungan Emas tercatat mencapai 412.181 rekening dengan total saldo sebesar 938.413 gram emas.
Selain Tabungan Emas, produk Cicil Emas juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang empat bulan pertama tahun ini, omzet Cicil Emas tercatat mencapai Rp936,96 miliar.
Tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan aset lindung nilai atau safe haven juga tercermin dari pertumbuhan Deposito Emas. Saat ini produk tersebut telah memiliki 8.816 rekening dengan total simpanan mencapai 117.074 gram emas.
Di sisi lain, Pegadaian terus memperkuat transformasi digital melalui aplikasi Tring! yang menjadi platform layanan keuangan digital perusahaan. Hingga saat ini, jumlah instalasi aplikasi tersebut telah mencapai 389.831 pengguna.
Aplikasi Tring! memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan Pegadaian secara lebih mudah dan cepat. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjangkau generasi muda yang semakin akrab dengan layanan berbasis digital.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh insan Pegadaian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Capaian omzet Rp20,19 triliun per April 2026 ini menunjukkan bahwa Pegadaian semakin relevan di mata masyarakat, baik sebagai penyedia solusi pembiayaan maupun sebagai mitra investasi emas terpercaya," kata Pratikno.
Menurutnya, Pegadaian akan terus menjaga momentum pertumbuhan tersebut dengan meningkatkan kualitas layanan di seluruh titik layanan agar pengalaman nasabah semakin baik.
Selain memaparkan kinerja perusahaan, Pratikno juga menyoroti prospek harga emas sepanjang 2026 yang masih dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari kondisi geopolitik, harga minyak dunia hingga kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Dalam skenario pesimistis, harga emas diperkirakan berada pada kisaran US$3.700 hingga US$4.000 per troy ounce. Kondisi tersebut dapat terjadi jika ketegangan geopolitik mereda, suku bunga tetap tinggi, dan dolar AS menguat.
Sementara pada skenario moderat, harga emas diproyeksikan bergerak di rentang US$4.500 hingga US$4.800 per troy ounce. Proyeksi ini didukung kondisi inflasi yang mulai terkendali dan meningkatnya diversifikasi cadangan devisa oleh bank-bank sentral dunia.
Adapun pada skenario optimistis, harga emas berpotensi menembus US$5.200 hingga US$5.500 per troy ounce. Skenario tersebut dapat terjadi apabila terjadi eskalasi konflik global, krisis utang di negara maju, serta pemangkasan suku bunga secara agresif oleh The Fed.
Pratikno menegaskan bahwa emas hingga saat ini masih menjadi salah satu instrumen investasi yang paling dipercaya masyarakat. Menurutnya, emas memiliki sejumlah keunggulan yang membuat nilainya relatif bertahan di tengah gejolak ekonomi global.
"Emas memiliki nilai intrinsik yang kuat, pasokannya terbatas, diterima secara global, dan secara historis mampu menjadi pelindung nilai saat kondisi ekonomi maupun pasar keuangan bergejolak," ujarnya.
Ia menambahkan, emas juga memiliki korelasi yang cenderung berlawanan dengan pasar keuangan. Saat pasar saham mengalami tekanan akibat krisis atau konflik global, harga emas justru kerap mengalami penguatan.
Karena itu, Pegadaian optimistis minat masyarakat terhadap investasi emas masih akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
"Di tengah berbagai ketidakpastian global, Pegadaian hadir sebagai solusi dan sahabat finansial masyarakat melalui layanan investasi emas yang aman dan terpercaya. Kami akan terus melayani dengan sepenuh hati agar masyarakat merasa nyaman dan aman dalam merencanakan masa depan finansialnya," tutup Pratikno.
