PMI Soppeng Gelar Latihan Gabungan PMR, 80 Pelajar Dibekali Keterampilan Kemanusiaan

Rabu, 23 September 2026, Rabu, September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T13:18:09Z


KLIKTERKINI.COM, SOPPENG
- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng menggelar Latihan Gabungan Palang Merah Remaja (PMR) Madya se-Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Markas PMI Kabupaten Soppeng, Rabu (23/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23-25 September 2026, ini mengangkat tema “Meningkatkan Keterampilan, Mempererat Persaudaraan, Menuju Relawan yang Tangguh dan Berkarakter”.


Latihan gabungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PMI ke-81 dengan tema “Peduli, Bergerak, Bersama”. Selain meningkatkan kapasitas anggota PMR, kegiatan ini juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda agar memiliki kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab, keterampilan, dan jiwa kemanusiaan.


Sebanyak 80 peserta dari 40 sekolah se-Kabupaten Soppeng mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta mendapat kesempatan memperluas pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan sekaligus membangun kebersamaan dan persaudaraan antarpelajar.


Ketua Panitia Pelaksana, Misbah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan anggota PMR Madya dalam menerapkan prinsip-prinsip kepalangmerahan.


“Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga diharapkan membentuk karakter anggota PMR yang disiplin, peduli, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kemanusiaan,” ujarnya.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Bupati Soppeng sekaligus Ketua PMI Kabupaten Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, melantik dan mengukuhkan pengurus Forum Palang Merah Remaja (Forpis) PMI Kabupaten Soppeng.


Pengukuhan ditandai dengan pemasangan pin kepada Koordinator Ketua Forpis oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya amanah untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kebersamaan anggota PMR di Kabupaten Soppeng.


Dalam amanatnya, Selle KS Dalle menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PMI, para kepala sekolah, pembina PMR, dan seluruh relawan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Ia berpesan agar peserta tidak memandang kegiatan kepalangmerahan sekadar sebagai aktivitas organisasi, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama.


“Menjadi aktivis kemanusiaan itu hanya sekali, setelah itu tidak pernah berhenti. Tidak ada istirahatnya, tidak ada pensiunnya, karena ini adalah panggilan jiwa, panggilan nurani,” ujarnya.


Menurutnya, kesempatan mengikuti latihan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Bekal tersebut nantinya dapat digunakan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.


“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali pengetahuan dan pengalaman yang nantinya menjadi bekal dasar dalam menjalankan tugas mulia sebagai aktivis kemanusiaan,” katanya.


Selle juga menegaskan bahwa semangat kemanusiaan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan maupun negara. Menjadi bagian dari PMI berarti menjadi bagian dari keluarga besar kemanusiaan yang memiliki jejaring persaudaraan di berbagai daerah hingga negara.


Kepada pengurus Forpis yang baru dikukuhkan, ia berharap organisasi tersebut menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antaranggota PMR. Forpis juga diharapkan mampu membangun kebersamaan dengan kelompok relawan lainnya.


Pada kesempatan itu, Ketua PMI Kabupaten Soppeng juga mengajak seluruh jajaran PMI dan relawan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi lingkungan, termasuk dampak kemarau panjang yang sedang berlangsung.


Menurutnya, momentum HUT PMI ke-81 juga harus menjadi ruang introspeksi dan evaluasi perjalanan organisasi. Peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk melihat sejauh mana PMI telah menjalankan tujuan dan cita-cita kemanusiaan.


“Kalau belum maksimal, maka kita harus melahirkan semangat baru dan komitmen baru untuk terus berbenah serta memperkuat organisasi agar semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.


Menutup amanatnya, Selle berharap seluruh rangkaian latihan selama tiga hari dapat diikuti dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Ia juga meminta para pembina PMR menjaga komunikasi dan koordinasi setelah kegiatan berakhir agar kebersamaan yang telah terbangun tetap terpelihara.


“Kalau semakin banyak relawan yang dilahirkan oleh PMI, maka akan semakin kuat PMI. Karena kekuatan PMI ada pada kerelawanan,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PMI Kabupaten Soppeng, Wakil Sekretaris PMI Kabupaten Soppeng, jajaran pengurus PMI Kabupaten Soppeng, para pembina PMR Madya se-Kabupaten Soppeng, serta relawan KSR PMI Kabupaten Soppeng.

Komentar

Tampilkan

  • PMI Soppeng Gelar Latihan Gabungan PMR, 80 Pelajar Dibekali Keterampilan Kemanusiaan
  • 0

Terkini


Topik Populer

Video Terpopuler