KLIKTERKINI.COM, SOPPENG - Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar refleksi satu tahun pemerintahan Bupati Soppeng Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle di Rumah Jabatan Bupati, Ahad, 22 Februari 2025. Acara dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan diawali pemutaran video perjalanan setahun kepemimpinan keduanya.
Video tersebut menampilkan program prioritas, capaian pembangunan, hingga tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Suwardi mengatakan refleksi itu bukan sekadar seremoni, melainkan ruang evaluasi terbuka atas janji politik dan realisasi program.
“Refleksi hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung kejujuran untuk melihat sejauh mana janji telah ditunaikan dan tantangan apa yang masih menghadang,” kata Suwardi.
Ia mengungkapkan, pada awal masa pemerintahan Kabupaten Soppeng menghadapi tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Pada 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berkurang sekitar Rp70,6 miliar dan kembali terpangkas Rp188 miliar pada 2026. Menurut dia, pemerintah daerah memilih melakukan inovasi dan efisiensi tanpa menambah beban masyarakat.
Secara makro, hingga September 2025 ekonomi Soppeng tercatat tumbuh 4,73 persen. Indeks Pembangunan Manusia mencapai 73,63, sedangkan angka kemiskinan berada di kisaran 6,65 persen—lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan maupun nasional. Inflasi per November 2025 tercatat 2,42 persen.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan 33,4 persen APBD 2025. Program yang dijalankan antara lain pembagian 5.400 set seragam dan sepatu gratis bagi siswa baru SD dan SMP, pengadaan 65 unit smart board, serta rehabilitasi dan revitalisasi puluhan sekolah melalui dukungan APBD dan APBN.
Salah satu program strategis yang disorot ialah kehadiran Sekolah Rakyat. Soppeng menjadi salah satu dari 100 lokasi tahap pertama program Kementerian Sosial RI melalui Sekolah Rakyat 64 Soppeng. Untuk 2026, pembangunan sekolah berkonsep asrama dengan anggaran Rp243 miliar tengah berlangsung di atas lahan seluas 7,1 hektare di Lingkungan Laempa, Kelurahan Lalabata Rilau.
Atas komitmen di bidang pendidikan, pada 29 November 2025 Pemerintah Kabupaten Soppeng menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha.
Di sektor kesehatan, pembenahan difokuskan pada RSUD Latemmamala. Perbaikan mencakup penyediaan obat, optimalisasi antrean JKN Online, penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit, hingga peningkatan fasilitas ruang rawat inap sesuai standar KRIS.
Defisit anggaran BLUD rumah sakit tersebut, kata Suwardi, berhasil ditekan dari Rp18,8 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp3,7 miliar pada akhir 2025. Pemerintah daerah juga mengalokasikan Rp28,2 miliar untuk mendukung Universal Health Coverage Non-Cut Off, disertai penguatan layanan puskesmas dan pembangunan Unit Transfusi Darah.
Sektor pertanian tetap menjadi pilar utama ekonomi daerah. Pada 2025, anggaran prasarana dan sarana pertanian mencapai Rp57,17 miliar. Dana itu digunakan antara lain untuk pembangunan jalan usaha tani, irigasi, program listrik masuk sawah, bantuan alat dan mesin pertanian, serta penyediaan benih unggul.
Produksi padi meningkat 9,93 persen dan jagung naik 32,50 persen dibanding tahun sebelumnya. Serapan gabah petani juga melampaui target hingga 117 persen. Kabupaten Soppeng turut menerima penghargaan dari Bank Rakyat Indonesia atas implementasi Kartu Tani terbaik kedua di Sulawesi Selatan.
Di bidang infrastruktur, pemerintah melaksanakan peningkatan dan preservasi enam ruas jalan sepanjang 3,7 kilometer, penggantian dua jembatan, serta peningkatan dua ruas jalan melalui program Instruksi Presiden dengan dukungan APBN sekitar Rp50 miliar.
Pada aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Soppeng mencatat skor 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan menempati peringkat pertama kategori Zona Hijau di Sulawesi Selatan. Indeks Kepuasan Masyarakat pada 2025 juga meningkat menjadi 88,53.
Menutup sambutannya, Suwardi mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan untuk mewujudkan visi pembangunan “Soppeng Sehat, Maju dan Berdaya Saing berbasis Agropolitan”.
Acara tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.
.jpg)