KLIKTERKINI.COM, TAKALAR - DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus mencari formulasi terbaik untuk mengoptimalkan potensi wisata bahari sebagai sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Takalar guna mempelajari tata kelola destinasi wisata kepulauan yang dinilai berhasil menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) itu diikuti empat anggota DPRD Pangkep, yakni H. Ikhsan Baharuddin dan Abdul Rahman dari Komisi I, serta Rahmat Irsanullah dan H. Muhtar Sali dari Komisi II.
Setelah menempuh perjalanan darat sekitar dua jam dari Kabupaten Pangkep menuju Kabupaten Takalar, rombongan disambut jajaran DPRD Takalar untuk berdiskusi mengenai strategi pengembangan wisata bahari berbasis potensi kepulauan.
Kabupaten Takalar dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki karakteristik geografis yang hampir serupa dengan Kabupaten Pangkep, yakni sama-sama memiliki gugusan pulau di kawasan Selat Makassar. Namun, Takalar dinilai berhasil mengembangkan sektor wisata bahari sebagai salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Beberapa destinasi unggulan yang menjadi perhatian DPRD Pangkep di antaranya Kepulauan Tanakeke yang dikenal dengan julukan "Pulau Dayang-Dayangan" serta Kepulauan Sanrobengi yang memiliki hamparan pasir putih dan kawasan konservasi pelepasan burung yang menjadi daya tarik wisata.
Pimpinan rombongan DPRD Pangkep, H. Ikhsan Baharuddin, mengatakan keberhasilan Kabupaten Takalar dalam mengelola wisata bahari menjadi referensi penting bagi Kabupaten Pangkep yang memiliki potensi kepulauan tidak kalah besar.
"Wisata bahari Kabupaten Takalar ternyata mampu menghadirkan PAD yang cukup baik melalui destinasi Kepulauan Tanakeke dan Kepulauan Sanrobengi. Wisata baharinya indah dan banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga legislatif membahas berbagai aspek strategis pengembangan pariwisata, mulai dari penyusunan regulasi, tata kelola anggaran, strategi promosi destinasi, hingga pemberdayaan masyarakat lokal agar turut merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Menurut Ikhsan, hasil kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan masukan bagi DPRD Pangkep dalam merumuskan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk memperkuat pengembangan wisata bahari di wilayah kepulauan.
"Kunjungan kerja ini menjadi referensi bagi kami untuk mempelajari inovasi daerah tetangga yang memiliki karakteristik wilayah serupa. Berbagai pengalaman dan strategi yang berhasil diterapkan di Takalar diharapkan dapat diadopsi dan menjadi masukan bagi pemerintah daerah agar potensi wisata bahari Kabupaten Pangkep semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
DPRD Pangkep berharap sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah dapat melahirkan kebijakan yang mampu mengoptimalkan potensi wisata kepulauan sebagai sektor unggulan daerah, sehingga tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, dan menjadikan Pangkep sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Sulawesi Selatan. (*)
