Wabup Soppeng Ikuti Rakornas Intern Pemerintah Tahun 2022

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Wabup Soppeng Ikuti Rakornas Intern Pemerintah Tahun 2022

 


KLIKTERKINI.COM, SOPPENG - Wakil Bupati (Wabup) Soppeng, H Lutfi Halide mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah yang dilaksanakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) secara virtual di Ruang SCC Lamataesso Kantor Bupati Soppeng, Selasa (14/6/2022).


Kepala BPKP Pusat, M Yusuf Ateh mengatakan, Rakornas ini dihadiri 22.040 peserta yang terdiri dari pimpinan kementerian, lembaga pemerintah daerah dan BUMN serta pimpinan aktif KLD dan pemeriksaan eksternal. Rakornas pengawasan intern tahun 2022 ini, mengambil tema kawal produk dalam negeri untuk bangsa mandiri.


"Sebagaimana yang telah diarahkan oleh bapak Presiden, terkait pemanfaatan belanja pemerintah harus dimaksimalkan untuk menyerap produk dalam negeri, sehingga dapat mengalirkan manfaat secara maksimal kepada aktivitas ekonomi dalam negeri," ungkapnya di hadapan Presiden RI, Joko Widodo.


Merespon hal tersebut, lanjut Yusuf Ateh, pengawasan intern telah kami lakukan secara intensif untuk mengawal disiplin prioritas belanja pemerintah untuk PDN sampai dengan triwulan I tahun 2022. Ekatalog kita masih didominasi oleh produk impor baik dari sisi produk tayang maupun realisasi transaksi


Namun, lanjutnya, setelah terbitnya Inpres Nomor 2 tahun 2022 kondisi tersebut berangsur membaik pada minggu ketiga Mei 2022 produk lokal telah mendominasi produk tayang di ekatalog nasional. Meskipun secara transaksi produk impor masih lebih tinggi, dan alhamdulillah sampai dengan kemarin, 13 Juni 2022 PDN yang tayang di katalog dan transaksinya untuk pertama kalinya telah berhasil menyaingi produk impor.


Dalam sambutannya, Presiden RI, Joko Widodo mengatakan, sudah berkali-kali dia sampaikan bahwa situasi saat ini adalah situasi yang tidak mudah, situasi yang tidak gampang, karena ketidakpastian global, ancaman krisis pangan, ancaman krisis energi, ancaman kenaikan inflasi semua negara mengalami dan sampai saat ini, Ini baru awal-awal.